Program Unggulan


PELAKSANAAN KEWIRAUSAHAAN DI SMK BATIK SAKTI 1 KEBUMEN

 

  1. Program Pengembangan Jiwa Kewirausahaan

Pengembangan jiwa kewirausahaan sejatinya harus dilakukan oleh semua guru dan terintegrasi di semua mata palajaran, tidak terpaku pada guru mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan saja. Pengembangan jiwa kewirausahaan tersebut dimulai dari menanamkan dan menginternalisasikan nilai-nilai kewirausahaan tersebut. Karena untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan tersebut menjadi karakter wirausaha dibutuhkan pembiasaan yang berarti hal tersebut harus dilakukan secara terus menerus.

Sesuai KTSP SMK Batik Sakti 1 Kebumen tahun 2021/2022, Pendidikan kewirausahaan akan diajarkan di mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan di kelas XI dan XII semua program keahlian dengan alokasi waktu yang paling banyak  diantara mata pelajaran lainnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya mata pelajaran PKWU untuk membekali dan mempersiapkan siswa menyongsong masa depannya. Untuk itu, pembelajaran mata pelajaran PKWU tidak boleh hanya bersifat teori saja, namun harus memberikan pengalaman nyata pada siswa dalam bentuk pembelajaran praktek.

Berdasarkan kajian pentingnya jiwa kewirausahaan maka harus dibuat program penanaman nilai-nilai kewirausahaan bagi siswa di sekolah. Berikut disajikan beberapa program kegiatan yang dapat diaplikasikan dalam pendidikan kewirausahaan di SMK Batik Sakti 1 Kebumen.

1. Modelling

Menurut psikolog. Dr. Seto Mulyadi cara mudah untuk penanaman nilai baik dari kewirausanaan adalah dengan bercerita. Misainya saja, guru bisa menceritakan kisah tentang orang yang berhasil menjalankan bisnis, baik bisnis kecil- kecilan mapun yang sudah sukses.

Kisah- kisah sukses dari para wirausahawan tersebut dapat dijadikan inspirasi bagi anak untuk semakin bersemangat mengembangkan jiwa wirausaha yang dimilikinya. Guru juga dapat melakukan pembelajaran dengan mendatangkan langsung narasumber (seorang wirausahawan) yang ada di Kebumen untuk langsung bercerita/ sharing dikelas tentang usaha yang dijalankan dari awal berdiri sampai bisa berjalan. Pada saat narasumber bercerita, siswa dapat merspons dan berinteraksi langsung dengan narasumebr tersebut. Selain itu, guru dapat menayangkan video profil wirausaha sukses, siswa menonton dengan arahan dari guru dan kemudian siswa diminta mereview video tersebut.

2. Observasi

Observasi merupakan kegiatan studi lapangan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data berdasarkan pengamatan tentang suatu objek atau keadaan. Guru dapat memberikan tugas bagi siswa untuk mengobservasi tempat- tempat usaha yang berskala UMKM yang ada di lingkungan sekitar siswa atau sekolah, baik barang maupun jasa. Siswa diminta untuk mengamati berapa jumlah pegawai, barang apa yang dijual, berapa banyak barang- barang yang dapat terjual dalam satu hari, startegi distribusi dan promosinya, dan sebagainya. Misal, memberikan tugas pada masing- masing siswa untuk melakukan observasi di salon, bengkel, restaurant, usaha rumahan ataupun usaha-usaha lain masyarakat di sekitar atau lingkungan sekolah dan lain- lain.

Siswa diminta mencatat beberapa hal yang ditemukan tentang usaha tersebut. Siswa dapat melakukan wawancara dengan pemilik usaha, karyawan dan bahkan para pengunjung. Dengan tugas seperti ini siswa dapat memperoleh banyak informasi dan pengalaman tentang kewirausahaan. Selain itu, tugas ini dapat melatih aspek sosial siswa dan kecakapan berkomunikasi, karena anak akan berinteraksi dengan orang lain untuk memperoleh data tentang proses menjalankan usaha, bagaimana proses mendirikan usaha dan pelayanan terhadap konsumen.             

  1. Pelatihan oleh Guru Tamu

Mengagendakan setiap 1 semester 2 kali mengundang guru tamu untuk memberikan  pelatihan, pembekalan dan motivasi kepada siswa. Guru tamu tersebut dapat berasal dari  pakar di bidang tertentu atau mereka pelaku UKM yang sudah berhasil membangun bisnisnya untuk sharing  dengan siswa.

  1. Kunjungan industri

Siswa bisa diajak   mengunjungi tempat perbelanjaan, atau tempat- tempat produksi barang atau jasa dengan skala usaha yang lebih besar (berbentuk PT). Misalnya anak- anak diajak berkunjung ke pabrik pembuatan roti, pembuatan sepatu, restoran, mall, supermarket, atau produsen- produsen kerajinan yang produknya sampai dieksport ke luar negeri. Pengalaman kunjungan industri seperti ini akan menjadi pengalaman yang mengesankan bagi anak, karena mereka dapat langsung mengetahui bagaimana proses pembuatan barang dan jasa tersebut dalam skala yang sangat besar. Rasa tertarik dan terkesan ini diharapkan mampu memberikan motivasi kepada anak agar nantinya bisa membuka suatu lapangan kerja dan bermanfaat dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan anak- anak. Sebelum melakukan kunjungan industri tentu guru perlu persiapan yang matang, baik dari segi alat bahan, biaya, dan waktu.

  1.  Market day

Market day adalah kegiatan seperti bazar atau pameran yang diselenggarakan oleh sekolah, dimana terdapat siswa yang membuat dan menjual hasil karya mereka yang diagendakan diselenggarakan dalam setiap 1 semester sekali untuk semua program keahlian. Kegiatan ini dilakukan oleh siswa mulai dari proses produksi, packing, menentukan HPP dan harga jualnya, distribusi, dan marketingnya. Target marketnya adalah semua warga sekolah dari guru, karyawan, dan siswa SMK Batik Sakti 1 Kebumen, bahkan secara berkala diagendakan unfuk mengundang masyarakat luas.

Kegiatan ini diawali dari pemberian tugas dan tanggung jawab kepada siswa untuk membuat produk yang mempunyai nilai jual. Kegiatan ini dapat diorganisasikan dalam bentuk kelompok. Dari kegiatan tersebut, siswa diminta membuat laporan kegiatan dan laporan keuangannya untuk dievaluasi oleh guru pembimbing mata pelajaran PKWU.